Copyright © ISLAMIND
Design by Dzignine
Kamis, 15 Desember 2011

BAYI TABUNG DAN INSEMINASI BUATAN


BAYI TABUNG DAN INSEMINASI BUATAN

I. MUQADDIMAH.
Salah satu tujuan dari perkawinan adalah untuk memperoleh anak dan keturunan yang sah dan bersih nasabnya yang dihasilkan dengan cara yang wajar dari pasangan suami istri.
Sebuah rumah tangga terasa gersang dan kurang sempurna tanpa adanya anak-anak, sekalipun rumah tersebut berlimpah ruah dengan harta benda dan kekayaaan. Dari anak diharapkan keberadaannya tidak hanya karena dapat memberikan kepuasan batin ataupun juga dapat menjunjung kepentingan-kepentingan duniawi, tetapi lebih dari itu anak dapat memberikan manfaat bagi orang tuanya kelak jika sudah meninggal. Anak adalah salah satu dari tiga hal yang yang tidak terputus pahalanya bagi kedua orang tua yang telah meninggal dunia, sebagaimana hadits Nabi Muhammad n :
“ Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah n telah bersabda: Jika seseorang telah mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga hal, yaitu: Shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan “. [ H.R Muslim ]
Namun tidak semua pasangan suami isteri dapat mempunyai keturunan sebagaimana yang diharapkan, karena ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan tidak dapat seorang isteri mengandung, baik dari pihak suami maupun isteri itu sendiri.

berdasarkan sensus penduduk di Indonesia, diperoleh angka ketidaksuburan suami istri berkisar 12-15%, jadi 1 dari 10 pasangan suami istri usia subur tidak bisa memperoleh keturunan dan memerlukan bantuan dokter. Bantuan yang diberikan berupa pelayanan dan tindakan yang didukung oleh tim-tim ahli dan profesional.[1]

II. PENGERTIAN.
Bayi tabung dalam bahasa inggris: “Test tube baby” yang kita kenal adalah bayi yang didapatkan melalui proses pembuahan yang dilakukan diluar rahim sehingga terjadi embrio tidak secara alamiah, melainkan dengan bantuan ilmu kedokteran.
Dalam kehidupan dewasa ini ada kemungkinan seorang isteri menghamilkan suatu benih laki-laki bukan melalui jalur biasa [ hubungan kelamin ], tetapi melalui cara suntikan ataupun operasi, sehingga benih laki-laki itu ditempatkan kedalam rahim isteri [ wanita ] sampai dia mengandung, karena benih laki-laki disedot dari dzakar laki-laki dan disimpan dahulu dalam suatu tabung, maka kehamilan seperti itulah yang disebut bayi tabung.[2]

Secara konvensional, proses teknologi bayi tabung adalah mempertemukan secara alami sel sperma dan sel telur (ovum) dalam satu tabung untuk selanjutkan dikembalikan kepada rahim ibu untuk dibuahi. Ini dikenal dengan istilah Invitro Fertilization (IVF). Namun, apabila sel sperma kurang aktif dan jumlahnya sangat sedikit tidak bisa dibiarkan bertemu secara alami di tabung, tapi harus disuntikkan secara paksa agar bertemu. Setelah sperma dan ovum bertemu, baru kemudian dimasukkan kembali ke rongga rahim ibu yang dikenal dengan nama Injeksi Sperma Intra Sitoplasma (ISIS).
Proses bayi tabung dilakukan dengan mempertemukan sel sperma dengan sel telur di dalam tabung hingga terjadi pembuahan. Setelah terjadi pembuahan, ditumbuhkan beberapa hari (2-3 hari) kemudian dimasukkan ke dalam rahim. Selanjutnya embrio tersebut akan tertanam di dinding rahim (implantasi) dan seterusnya proses kehamilan akan berlangsung sama dengan proses kehamilan alami. "Mungkin tidak terlalu keliru apabila bayi tabung diartikan bayi yang 'dibuat' di dalam tabung," jelasnya.

"Program bayi tabung ini memang relatif mahal. Selain membutuhkan peralatan berteknologi tinggi, harga obat-obat stimulasinya juga bisa mencapai Rp 18-20 jutaan. Karena belum diproduksi di dalam negeri, obat-obatan tersebut semuanya impor. Untuk itu, RSHS menetapkan biaya program bayi tabung ini antara Rp 35-40 juta, termasuk biaya pembekuan embrio.[3]

Kemudian Inseminasi buatan merupakan terjemahan dari artificial insemination. Artificial artinya: buatan atau tiruan, insemination  artinya: pemasukan atau penyampaian. artificial insemination adalah pembuahan atau penghamilan buatan. Dalam bahasa Arab تلقيح الصناعي .
Jadi yang dimaksud dengan inseminasi buatan adalah: penghamilan buatan yang dilakukan terhadap seorang wanita tanpa melalui cara alami, melainkan dengan cara memasukkan sperma laki-laki kedalam rahim wanita dengan pertolongan dokter. Istilah yang semakna adalah kawin suntik.[4]

III. SEJARAH BAYI TABUNG
Teknik bayi tabung sempat mencatat keberhasilan luar biasa dan menggemparkan dunia. Metode yang diprakarsai sejumlah dokter Inggris ini berhasil menghadirkan bayi perempuan bernama Louise Brown pada 1978. Sebelum itu, untuk menolong pasangan suami-istri tak subur digunakan teknik inseminasi buatan, yakni penyemprotan sejumlah cairan semen suami ke dalam rahim dengan bantuan alat suntik. Dengan cara ini diharapkan sperma lebih mudah bertemu dengan sel telur. Sayang, tingkat keberhasilannya hanya 15%.
Pada teknik in vitro yang melahirkan Brown, pertama-tama dilakukan perangsangan indung telur sang istri dengan obat khusus untuk menumbuhkan lebih dari satu sel telur. Perangsangan berlangsung 5 - 6 minggu sampai sel telur dianggap cukup matang dan sudah saatnya "dipanen". Selanjutnya, folikel atau gelembung sel telur diambil tanpa operasi, melainkan dengan tuntunan alat ultrasonografi transvaginal (melalui vagina).
Sementara semua sel telur yang berhasil diangkat dieramkan dalam inkubator, air mani suami dikeluarkan dengan cara masturbasi, dibersihkan, kemudian diambil sekitar 50.000 - 100.000 sperma. Sperma itu ditebarkan di sekitar sel telur dalam sebuah wadah khusus. Sel telur yang terbuahi normal, ditandai dengan adanya dua sel inti, segera membelah menjadi embrio. Sampai dengan hari ketiga, maksimal empat embrio yang sudah berkembang ditanamkan ke rahim istri. Dua minggu kemudian dilakukan pemeriksaan hormon Beta-HCG dan urine untuk meyakinkan bahwa kehamilan memang terjadi.
Sejak kelahiran Louise Brown, teknik bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) semakin populer saja di dunia. Di Indonesia, IVF pertama kali diterapkan di Rumah Sakit Anak-Ibu (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, pada 1987. Teknik yang kini disebut IVF konvensional itu berhasil melahirkan bayi tabung pertama, Nugroho Karyanto, pada 2 Mei 1988. Setelah itu lahir sekitar 300 "adik" Nugroho, di antaranya dua kelahiran kembar empat.[5]

IV. SEBAB GAGAL HAMIL.
Banyak faktor yang menyebabkan ketidaksuburan atau gagal hamil. Namun, kata dr. Wiryawan, secara garis besar dapat disederhanakan sebagai faktor yang sangat berkaitan dengan kondisi baik itu istri maupun suami.
1. Gangguan dari Pria
  • Gangguan pada testis misalnya kelainan jumlah, gerakan maupun bentuk sperma.
  • Masalah ereksi dan ejakulasi.
  • Saluran sperma tersumbat.
  • Telah mengalami vasektomi di masa lalu.
  • Terdapat antibodi anti sperma
2. Gangguan dari Wanita
  • Endometriosis dan radang atau infeksi pada organ reproduksi.
  • Saluran telur (tuba) tersumbat, gangguan ovulasi.
  • Rahim yang tidak normal.
  • Antibodi anti sperma pada tubuh ibu.
3. Faktor tak terjelaskan (Unexplained Infertility)
Bila setelah diadakan pemeriksaan lengkap tidak dapat ditemukan gangguan atau kelainan yang dapat menerangkan penyebab ketidaksuburan pasangan ini dan dinyatakan normal tetapi tidak dapat hamil.
4. Faktor lain yang dapat mempengaruhi ketidaksuburan
  • Obat-obatan, rokok, alkohol dll.
  • TORSH-KM (Toksoplasma, Rubella, Sitomegalovirus, Herpes Simpleks, Klamidia dan Mikoplasma).
  • Kurang pengetahuan, pengaruh lingkungan.
  • Aktifitas seksual yang kurang tepat. [6]

V. LATAR BELAKANG
Adalah wajar bila mana pasangan suami istri yang mandul berusaha dengan segala daya dan upaya untuk dapat memperoleh anak, mengingat begitu penting anak, baik dalam bagi kesenangan duniawimaupun sebagai simpanan diakhirat nanti.
Berkat kemajuan teknologi yang canggih, khususnya  pada bidang kedokteran, telah ditemukan cara penghamilan buatan sederhana, ilmiyah dan mudah dilaksanakan sebagai salah satu alternatif bagi pasangan yang mandul.
Namun pada masa sekarang sekarang tidak hanya untuk menolong pasangan yang mandul, tetapi juga mengandung motifasi lain yaitu:
1.     Untuk mengembang biakkan secara cepat.
2.    Untuk menciptakan manusia jenius, ideal sesuai dengan keinginan.
3.    Alternatif bagi wanita yang pingan punya anak, tetapi tidak mau menikah.
4.    Untuk percobaan ilmiyah.[7]

VI. LABORATORIUM IVF/BAYI TABUNG
  • IVF : yaitu pembuahan di Iuar rahim dengan cara mengambil sel telur dari indung telur ibu dan mencampur sperma dari suami di luar rahim yang dikenal sebagai pembuahan buatan atau bayi tabung dan pembuahan buatan ini bisa secara sederhana yaitu mencampur sel telur dengan sperma yang telah diproses terlebih dahulu dilaboratorium ini dan dicampurkan dengan sel telur isteri pada suatu tempat dan kondisi khusus dan dikenal sebagai proses IVF (In-Vitro Fertilization) /Fertilisasi in- vitro dan diikuti dengan pemindahan embrio ke rahim isteri (FIV - PE).
  • ICSI : bila ternyata sperma suami tidak memenuhi syarat dalam proses IVF misalkan terlalu sedikit jumlahnya, maka dilakukan tindakan ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection) yaitu tindakan fertilisasi dengan cara menyuntikkan satu sel spermatozoa suami langsung ke dalam oplasma (sel telur). Tindakan ini memerlukan keahlian khusus dengan sarana yang canggih.
  • PESA/MESA/TESE: bila ternyata sperma suami tidak didapatkan pada waktu pengeluaran/ ejakulasi, (yang dahulu sudah dapat dipastikan selamanya tidak bisa mendapat keturunan) maka dengan teknologi terkini, akan dicari sperma dari testis suami melalui operasi kecil yang disebut MESA (Micro Surgical Epididymal Sperm Aspiration) atau dari testis (TESE: Testicular Sperm Extration) dan karena jumlahnya sedikit maka dilakukan tindakan ICSI).
  • Cryopreservation: simpan beku yang dapat dilakukan terhadap sel telur, Sperma atau hasil pembuahan pada keadaan tertentu. Pada simpan beku embrio, karena pembatasan jumlah embrio yang dipindahkan pada lain kesempatan tanpa harus mengulangi keseluruhan proses fertilisasi in-vitro.

VII. HUKUM BAYI TABUNG.
Perkembangan Iptek kedokteran mengalami perkembangan yang cepat, sehingga kalau ditangani orang-orang yang tidak beriman dan bertaqwa dikawatirkan merusak peradaban umat manusia, bisa merusak nilai-nilai agama, moral dan budaya bangsa serta akibat-akibat negatif lain yang tidak terbayangkan oleh kita sekarang. Sebab apa yang dihasilkan oleh teknologi belum tentu sesuai dengan agama, etika dan hukum yang ada dalam masyarakat.
Untuk menghukumi bayi tabung dapat dilihat dari asal seperma yang dipkai:
1.     bayi tabung  dengan seperma suami sendiri, maka hal ini dibolehkan asalkan keadaan suami dan isteri benar-benar membutuhkan untuk memperoleh keturunan. Hal ini telah disepakati para ulama’.
Diantaranya menurut Mahmud syalut bahwa bila penghamilan dengan menggunakan air mani suami untuk isterinya, maka yang demikian itu dibenarkan oleh hukum dan syari’at islam. Lebih lanjut beliau mengatakan “ dan tidak menimbulkan dosa dan noda “
Alasan lain, karena berhubung ada kelainan perangkat dalam diri isteri maupu suami, terlepas dari itu, asal barasal dari suami yang sah, maka hal itu diperbolehkan sehingga anak yang dihasilkan adalah anak yang sah dan jelas ibu bapaknya.
Jadi pada prinsipnya diperbolehka bila mana keadaanya benar-benar memaksa pasangan untuk melakukannya, dan bila tidak akan mengancam keutuhan rumah tangga [terjadi perceraian].
Sesuai dengan kaidah Ushul Fiqih:
الحاجة تنزل منزلةَ الضرورة.
“ Hajat itu [keperluan yang sangat penting] diberlakukan seperti keadaan darurat “.
Demikian juga pendapat D.r Yusuf Qardlawi: “ Apa bila pencangkokan yang dilakukan itu bukan dari air mani suami, maka tidak diragukan lagi itu merupakan kejahatan yang sangat buruk, dan perbuatan mungkar yang lebih hebat dari pengangkatan anak.
2.    Bayi tabung dengan seperma donor.
Para ulama mengharamkannya:
Yusuf qardlawi: “Islam mengharamkan pencangkokan seperma [bayi tabung] apabila ternyata pencangkokan tersebut bukan dari seperma suami”
Mahmud syaltut[8]: “ perbuatan tersebut setara dengan zina dan akibatnyapun sama, yaitu memasukkan mani orang asing kedalam rahim  permpuan, antara kedua orang tersebut tidak ada hubungan nikah secara syara’i.

VIII. FATWA-FATWA SEPUTAR BAYI TABUNG.
ð  Para ulama dalam lembaga Lajnah Da’imah telah mengeluarkan fatwa pelarangan praktek bayi tabung. Karena praktek tersebut akan menyebabkan terbukanya aurat, tersentuhnya kemaluan dan terjamahnya rahim. Kendatipun mani yang disuntikkan ke rahim wanita tersebut adalah mani suaminya. Menurut pendapat saya, hendaknya seorang ridha dengan keputusan Allah Ta'ala, sebab Dia-lah yang berfirman dalam kitab-Nya:
÷rr& öNßgã_Íirtム$ZR#tø.èŒ $ZW»tRÎ)ur ( ã@yèøgsur `tB âä!$t±o $¸JÉ)tã 4 ¼çm¯RÎ) ÒOŠÎ=tæ ֍ƒÏs% ÇÎÉÈ  
“ Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki “. (QS. 42:50)[9]
Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki : tidak memiliki anak,
Berkata Al Baghawi    : Seperti Yahya dan isa Alaihimas salam, maka manusia terbagi menjadi empat; 1. mereka yang diberi anak-anak perempuan yang banyak, 2. Mereka yang diberi anak laki-laki yang banyak, 3. mereka yang diberi dari keduanya, laki-laki dan wanita, 4. mereka yang tidak diberi, maka Allah k menjadikannya mandul, tidak punya keturunan dan anak.[10] 

ð  Majma' Fiqih Islami pada Muktamar yang ketiga di Amman, Jordania, pada tanggal 11-16 Oktober 1986 M bertepatan dengan tanggal 8-13 Safar 1407 H telah mengeluarkan fatwa tentang masalah ini yang intinya sebagai berikut:
Bahwa teknik pembuahan buatan (bayi tabung) yang dikenal pada hari ini ada 7 macam:
1.     Sperma diambil dari seorang suami, tapi ovum diambil dari wanita lain yang bukan istrinya, lalu benih-benih itu dimasukkan ke dalam rahim istri yang sah. [ Hal ini tidak diperbolehkan menurut syariat ]
2.    Sperma diambil dari seorang laki-laki yang bukan suaminya, tapi ovum diambil dari istrinya, lalu benih-benih itu dimasukkan ke dalam rahim istri. [ Hal ini tidak diperbolehkan menurut syariat ]
3.    Sperma dan ovum diambil dari pasangan suami istri yang sah, namun benih-benih itu dimasukkan ke dalam rahim seorang wanita lain yang bukan istri sah laki-laki tersebut. [ Hal ini tidak diperbolehkan menurut syariat ]
4.    Sperma dan ovum diambil dari laki-laki lain dan wanita lain, lalu dimasukkan ke dalam benih istri seseorang. [ Hal ini tidak diperbolehkan menurut syariat ]
5.    Sperma dan ovum diambil dari pasangan suami istri yang sah namun benih itu kemudian dimasukkan ke dalam rahim istri keduanya. Maksudnya dalam hal ini suami itu punya 2 orang istri. [ Hal ini tidak diperbolehkan menurut syariat ]
6.    Sperma dan ovum diambil dari pasangan suami istri yang sah lalu benih itu dimasukkan ke dalam rahim sang istri pemilik ovum tersebut. [ Diperbolehkan menurut syariat ]
7.    Sperma suami diambil lalu dengan teknik tertentu dimasukkan ke dalam rahim atau organ tertentu di dalam tubuh istrinya yang sah. Dalam hal ini pembuahan tetap dilakukan di dalam tubuh istri. [ Diperbolehkan menurut syariat ]
Majelis telah mengeluarkan ketetapan bahwa 5 teknis yang pertama adalah teknik yang diharamkan secara syariah Islam. Sedangkan teknik yang ke-6 dan ke-7 adalah teknis yang dibenarkan secara syariah, bila memang dipandang perlu untuk dilakukan.
Kalau kita lihat apa yang disepakati para ulama kontemporer itu, pada intinya mereka membolehkannya selama syarat-syaratnya terpenuhi, antara lain:
§  Kepastian sulitnya terjadi pembuahan tanpa proses bantuan dari pihak medis.
§  Sperma dan ovumnya benar-benar milik pasangan yang syah.
§  Media rahim yang digunakan adalah milik istri, bukan milik wanita lain.
Pada syarat yang terakhir ini, bila media rahim yang digunakan milik wanita lain, maka hukumnya jatuh pada zina. Meski bukan zina yang mewajibkan had (rajam atau cambuk 100 kali). Sebab yang terjadi hanyalah rahim wanita kemasukan sperma laki-laki asing yang bukan suaminya.[11]

ð  Untuk memberikan pemahaman kepada umat islam tentang inseminasi buatan, yang sah dan yang tidak sah karena berakibat pada ketidak jelasan setatus anak-anak yang dilahirkan, MUI propinsi DKI Jakarta memfatwakan tentang hukum inseminasi buatan, sebagai berikut:
1.     Inseminasi buatan yang dilakukan dengan memasukkan seperma suami kedalam rahim istri melalui suntikan secara langsung adalah diperbolehkan [ halal ], karena dapat membantu suami istri untuk memperoleh keturunan yang sah, terutama bagi suami yang tidak mampu ereksi dan melakukan coitus [ jima’ ]. Disamping itu jug atidak menimbulkan syubhat, sehingga pada hakikatnya sama dengan melakukan hubungan suami istri [ coitus / jima’ ] secara sah, sebagaimana difirmankan dalam surat An Nahl ayat: 72.
ª!$#ur Ÿ@yèy_ Nä3s9 ô`ÏiB ö/ä3Å¡àÿRr& %[`ºurør& Ÿ@yèy_ur Nä3s9 ô`ÏiB Nà6Å_ºurør& tûüÏZt/ Zoyxÿymur Nä3s%yuur z`ÏiB ÏM»t6Íh©Ü9$# 4 È@ÏÜ»t6ø9$$Î6sùr& tbqãZÏB÷sムÏMyJ÷èÏZÎ/ur «!$# öNèd tbrãàÿõ3tƒ ÇÐËÈ
72.  Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?"


2.    Inseminasi buatan antara suami isteri melalui bank sperma atau sejenisnya adalah haram, karena meskipun keduanya masih terikat oleh perkawinan yang sah, tetapi karena dilakukan melalui bank sperma maka dikawatirkan terjadi kesalahan atau pencampur adukan antara sperma suami dengan sperma orang lain. [ syaddudz dzari’ah ] sebagaimana telah disabdakan Rasulullah n dalam hadits shahih :
عن أبي عبدالله النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " إن الحلال بين و الحرام بين , وبينهما مشتبهات قد لا يعلمهن كثير من الناس , فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه , ومن وقع في الشبهات فقد وقع في الحرام , كالراعي يرعى حول الحمى يوشك أن يرتع فيه , ألا وأن لكل ملك حمى , ألا وإن حمى الله محارمه , إلا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله , وإذا فسدت فسد الجسد كله , ألا وهي القلب
Dari Abu 'Abdillah An-Nu'man bin Basyir radhiallahu 'anhuma berkata,"Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, maka barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus dalam wilayah samar-samar maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus kedalamnya. Ingatlah setiap raja memiliki larangan dan ingatlah bahwa larangan Alloh apa-apa yang diharamkan-Nya. Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”. [Bukhari no. 52, Muslim no. 1599]
Kalimat, “Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar” maksudnya segala sesuatu terbagi kepada tiga macam hokum. Sesuatu yang ditegaskan halalnya oleh Allah, maka dia adalah halal,
Adapun yang Allah nyatakan dengan tegas haramnya, maka dia menjadi haram, Juga diharamkan perbuatan keji yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Setiap perbuatan yang Allah mengancamnya dengan hukuman tertentuatau siksaan atau ancaman keras, maka perbuatan itu haram.
Adapun yang syubhat (samar) yaitu setiap hal yang dalilnya masih dalam pembicaraan atau pertentangan, maka menjauhi perbuatan semacam itu termasuk wara’. Para Ulama berbeda pendapat mengenai pengertian syubhat yang diisyaratkan oleh Rasulullah . Pada hadits tersebut, sebagian Ulama berpendapat bahwa hal semacam itu haram hukumnya,
Sebagian yang lain berpendapat bahwa hal yang syubhat itu hukumnya halal,
Sebagian lain lagi berkata bahwa syubhat yang tersebut pada hadits ini tidak dapat dikatakan halal atau haram, karena Rasulullah menempatkannya diantara halal dan haram, oleh karena itu kita memilih diam saja, dan hal itu termasuk sifat wara’ juga.[12]
Demikian juga qaidah ushul fiqih yang menyatakan:
درء المفاسد مقدّم على جلب المصالح
“ Menolak bahaya harus lebih dipreoritaskan daripada menarik manfaat “[13]
3.    Inseminasi buatan antara seorang wanita dengan laki-laki yang bukan suaminya adalah haram secara muthlak dan dinilai sebagai perbuatan keji, sebagaimana telah difirmankan Allah k dalam surat Al An’am Ayat: 51:
öÉRr&ur ÏmÎ/ tûïÏ%©!$# tbqèù$sƒs br& (#ÿrãt±øtä 4n<Î) óOÎgÎn/u   }§øŠs9 Oßgs9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ @Í<ur Ÿwur ÓìÏÿx© öNßg¯=yè©9 tbqà)­Gtƒ ÇÎÊÈ

0 komentar:

Poskan Komentar