Copyright © ISLAMIND
Design by Dzignine
Selasa, 13 Desember 2011

7 Tindakan saat Mimpi Buruk Datang


7 Tindakan saat Mimpi Buruk Datang

Sampai saat ini masih banyak orang muslim yang tidak mengetahui, apa tindakan yang seharusnya ia lakukan saat mimpi buruk datang menyerang. Ada yang masih cara-cara yang bertentangan aqidah dan syari'at islam. Ada juga yang membiarkan mimpi itu berlarut-larut, sehingga ia terus-menerus dalam kondisi tersiksa dan terganggu, baik fisik maupun psikisnya.
Berikut ini resep Rasulullah yang harus kita praktikan apabila kita mengalami gangguan mimpi buruk. Resep yang aman bagi keselamatan akidah kita, dan justru akan menambah ketebalan iman kita kepada Allah dan membuat akidah islam kita semakin kokoh. Dengan melakukan tindakan berikut ini, mimpi buruk hilang ada istirahatpun jadi nyaman. Dengan tindakan berikut ini, gangguan syetan melalui mimpi akan sirna, insya Allah.
  1. Meludah ke kiri tiga kali
Yang dimaksud dengan meludah disini bukan meludah yang mengeluarkan banyak air. Tapi sekedar symbol untuk menghinakan syetan. Dan arah ludah ke sebelah kiri. Dengan demikian, meskipun kita berada di tempat tidur, dan di sebelah kita ada orang lain, tindakan ini tidak akan merugikan orang tersebut. Karena kita tidak akan mengeluarkan air ludah yang banyak, sehingga terhindar dari perbuatan jorok.
Al-Qodhi 'Iyadh rahimahullah berkata, "kita diperintahkan untuk meludah saat mengalami mimpi buruk adalah upaya untuk mengusir syetan yang hadir dalam mimpi. Sebagai bentuk penghinaan kepada syetan tersebut. Adapun arah kiri adalah yang identik dengan keburukan. Dan bilangan tiga kali disini hanya untuk memperkuat penghinaan kita pada syetan." (kitab fathul bari : 12 / 371)
قال رسول الله r : فلينفث عن يساره ثلاث مرات ( رواه مسلم )
Rasulullah bersabda, "….maka hendaklah ia meludah tiga kali ke arah kirinya." ( HR. muslim no. 4196 dari Abu Qatadah)
  1. membaca isti'adzah
dalam kondisii seperti ini, membaca isti'adzah merupakan tindakan yang paling penting. Karena dengan bacaan istidzah itu kita memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan mimpi buruk, atau dari kejahatan syetan yang  dihembuskan melalui mimpi buruk tersebut. Bahkan ada ulama' yang berpendapat bahwa cukup bagi kita untuk membaca isti'adzah dalam kondisi seperti ini, meskipun kita tidak melakukan tindakan yang lainnya. Fungsi isti'dzah memang sangat vital.
قال رسول الله r : وليتعوذ بالله من شرها, فإنها لا تضره ( رواه البخاري )
Rasulullah bersabda, "….Dan hendaklah ia memohon perlindungan kepada bahaya, dengan begitu ia tidak akan mencelakankannya." ( HR.Bukhori no. 3049 dari Abu Qotadah).
Ada beberapa lafadz isti'adzah ( do'a perlindungan ) yang dianjurkan untuk dibaca oleh orang yang  mengalami mimpi buruk.
  1. lafadz isti'adzah yang disampaikan oleh Ibrahim An Nakhoi
أعوذ بما عاذت به ملائكة الله من شر رؤياي هذه, أن يصيبني منها. من أكره في ديني ودنياي ( أخرجه.  ابن أبي شيبة وعبد الرزاق بأسانيد صحيحة)
  1. lafadz isti'adzah yang diriwayatkan oleh imam ibnu sunni.
اللهم إني أعوذ بك من عمل الشيطان و سيئات الأحلام ( رواه ابن السني )
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ulah syetan dan buruknya mimpi." ( HR.Ibnu sunni).
  1. Lafadz Isti'adzah yang diriwayatkan oleh kakek 'Amr bin Syu'bah
أعوذ بكلمات الله التامات من غضبه وعقابه وشر عباده, من همزات الشياطين وأن يحضرون (رواه الترمذي )
"Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna dari murka dan balasan-Nya, dan dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari bisikan-bisikan syetan dan dari kedatangan mereka kepadaku." (HR. Tirmidzi no.3451)
  1. Merubah posisi tidurnya
Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullah berkata, "Kita diperintahkan untuk merubah posisi tidur dalam masalah ini merupakan harapan kuat bahwa mimpi buruk itu akan beralih atau berganti dengan berganti dengan yang baik, atau yang tidak menakutkan. Hal itu dimulai dengan menggeser tempat atau posisi tidur kita." ( kitab fathul bari 12/371)
قال رسول الله r : وليتحول عن جنبه الذي كان عليه (رواه مسلم )
Rasulullah bersabda, " …dan hendaklah ia merubah ( bergeser dari) posisi tidurnya semula." ( HR.Muslim no. 4196 dari Abu Salamah)
Dalam riwayat lain, Rasulullah mengajarkan do'a kepada umatnya yang menggeser posisi tidurnya di malam hari. Lafadz do'a tersebut adalah :
لا إله إلا الله الواحد القهار, رب السموات والأرض, وما بينهما العزيز الغفار
"Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun."( HR. Al Hakim, no. 1980 dan dia menyatakan bahwa hadits tersebut shahih).
  1. Berwudhu dan shalat sunnah dua raka'at
Imam al Qurtubi rahimahullah berkata, "Sesungguhnya melaksanakan shalat dalam kondisi seperti ini akan mencakup semua tindakan yang telah disebutkan dalam beberapa riwayat. Karena dengan shalat, ia telah merubah posisi tidurnya, ia juga meludah dengan kumur-kumur yang dilakukan saat berwudhu, ia juga membaca isti'adzah ketika hendak membaca surat Al-Fatihah dalam shalat. Lalu ia berdo'a kepada Allah dalam posisi yang paling dekat kepada-Nya. Dengan begitu, Allah akan melindunginya dari kejahatan musuh-Nya." (kitab Fathul Bari : 12/371 )
  1. Membaca ayat kursi
Dalam kitabnya, Imam ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullah menambahkan tindakan yang ketujuh, yaitu membaca ayat kursi. Ia menyandarkan tindakan tersebut kepada keumuman dari hadits bahwa syetan tidak akan bisa  mendekati orang yang membaca ayat kursi. ( kitab Fathul Bari : 12/371)
إذا أويت إلى فراشك, فأقرأ آية الكرسي ( الله لا إله إلا هو الحي القيوم ) حتى تختم الآية. فإنك لن يزال عليك من الله حافظ, ولا يقربنك شيطان حتى تصبح. (رواه البخاري )
Rasulullah bersabda kepada Abu Hurairah, "Apabila kamu merebahkan diri di pembaringan, maka bacalah ayat kursi sampai selesai (tuntas). Karena dengan begitu, Allah senantiasa menjagamu dan syetan tidak akan mendekatimu sampai pagi." (HR. Bukhari ).

  1. Jangan menceritakannya kepada yang lain
Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Hikmah dari larangan Rasulullah agar mimpi buruk tidak diceritakan kepada orang lain, karena dikhawatikan mimpi tersebut akan ditafsirkan dengan tafsir yang buruk sebagaimana isi mimpi yang memang menakutkan. Kalau hal itu yang terjadi, maka kemungkinan mimpi itu akan menjjadi kenyataan atau terbukti dalam kehidupan nyata, dengan izin Allah."( kitab syarhun Nawawi : 15/18)
Dalam masalah ini tentu ada pengecualian. Bagi orang yang mimpi buruk, dibolehkan ia menceritakan mimpinya itu kepada orang lain yang diyakini bahwa orang tersebut mampu membantunya dalam menyelesaikan problema mimpi buruknya. Misalnya, ia datang ke seorang psikolog lalu ia menceritakan mimpi buruknya yang selama ini mengganggu pikirannya. Atau datang ke seorang peruqyah, lalu menceritakan permasalahannya yang berkaitan dengan mimpi buruk sebelum menjalani terapi ruqyah.
Yang dilarang keras, apabila ia sekedar bercerita terntang isi mimpinya yang seram kepada setiap orang, agar orang mendengar sejauh mana keseraman mimpinya. Atau ia bercerita hanya ingin cari sensasi, perhatian, atau popularitas. Karena apa yang dilakukan itu bisa menyebabkan orang yang mendengarnya akan terpengaruh lalu mengalami mimpi buruk yang sama atau lebih seram lagi. Kalau hal itu meluas di masyarakat, maka akan menimbulkan keresahan sosial. Seperti kasus "kolor iju", misalnya.
قال رسول الله r ولا يحدث بها أحدا, فإنها لن تضره ( رواه البخاري )
"Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, "….dan hendaklah ia tidak menceritakan mimpi buruk itu kepada seorangpun. Dengan begitu, mimpi buruk itu tidak akan mencelakannya." (HR. Bukhari, no. 6522) dalam riwayat lain, jabir bin Abdullah berkata, "Ada seorang arab badui (kampong) datang kepada Rasulullah seraya mengadu, wahai Rasulullah, saya telah bermimpi dalam tidur saya, seperti kepala saya dipukuli, sehingga terasa pusing dan berat karenanya." Maka Rasulullah berkata kepada Badui tersebut, janganlah kamu ceritakan permainan syetan dalam mimpimu tersebut kepada orang lain." (HR. Muslim no. 4212).
Imam Nawawi v berkata, "seyogyanya kita melakukan semua tindakan yang disebutkan di atas sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat hadits tersebut. Tetapi jika kita hanya melakukan sebagian saja, hal itu tidak apa-apa. Yang penting,  dengan tindakan itu, mimpi-mimpi buruk yang mengganggu istirahat dan  ketenangan hilang dengan izin Allah." ( kitab syarhun Nawawi : 15/18)
  1. Melakukan terapi ruqyah syar'iyyah
Apabila beberapa tindakan di atas telah kita lakukan, dan Allah belum mengabulkan apa yang kita inginkan. Mimpi buruk hadir dalam tidur dalam tidur kita, maka tidak ada salahnya kalau kita melakukan terapi ruqyah syar'iyah.
Adapun cara pelaksanaannya, bisa kita lakukan secara mandiri atau minta bantuan seorang peruqyah untuk meruqyah diri kita. Contoh dari ruqyah mandiri, membaca surat Al Ikhlas, al Falaq, dan an Nas setiap mau tidur, lalu ditiupkan ke dua telapak tangan kemudian keseluruh badan. Tindakan ini sesuai dengan tindakan Rasulullah saat mau tidur, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat Imam bukhari dan muslim.
Atau kita datang ke praktik terapi ruqyah syar'iyyah untuk menjalani pengobatan atas gangguan mimpi buruk tersebut.

2 komentar:

  1. assalamualaikum.
    Saya mimpi tentang nenek saya yang sudah meninggal. pada saat itu nenek saya terlihat sedih. Lalu sata ceritakan semua itu pada ibu saya. Ibu saya bilang "sholat lalu bacakan surat al-fatihah untuk nenekmu". Apa tidak apa" saya menceritakan mimpi saya itu kepada ibu saya? Padahal rasulullah bilang, jangan ceritakan mimpimu pada orang lain.

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas secuil Ilmunya ^_^

    BalasHapus